Stories in Tunisia

 

Tunisia sebagai negara mayoritas pemeluk agama Islam dikenal moderat dan secara geografis menjadi penghubung negara-negara timur dengan negara Eropa. Tunisia pun dianggap negara Arab paling progresif dalam hak-hak kaum perempuan. Namun, dalam kacamata Kaouther Ben Hania hal itu masih jauh dari kata “progresif”. Lewat dua karyanya, “Le Challat de Tunis” (2013)  dan “Beauty and the Dogs” (2017), ia menyampaikan kegelisahannya dalam kurun lima tahun belakangan terhadap kota Tunis dan kisah perempuan di dalamnya. Lebih dari itu kisah-kisah ini memiliki pesan luas tentang di mana kekuasaan dan otoritas mengancam hak-hak individu bahkan sejauh meneror mereka.

 

Jadwal Penayangan:

WEDNESDAY, 23 OCTOBER 2019

Indiskop Studio 1 *Ticket: IDR 15.000

16.00-18.00 “Beauty and the Dogs” (2017)

18.30-20.30 “Le Challat de Tunis” (2013)

 

THURSDAY, 24 OCTOBER 2019

Institut Francais d’Indonesie (IFI Thamrin)

15.00-17.00 “Le Challat de Tunis” (2013)

19.00-21.00 “Beauty and the Dogs” (2017)

Indiskop Studio 1 *Ticket: IDR 15.000

16.00-18.00 “Le Challat de Tunis” (2013)

18.30-20.30 “Beauty and the Dogs” (2017)

 

FRIDAY, 25 OCTOBER 2019

Indiskop Studio 1 *Ticket: IDR 15.000

16.00-18.00 “Beauty and the Dogs” (2017)

SATURDAY, 26 OCTOBER 2019

Indiskop Studio 2 *Ticket: IDR 20.000

18.45-20.45 “Le Challat de Tunis” (2013)

Daftar Film

Kaouther Ben Hania   2013 | 90 menit | Prancis | Rated PG Tunisia, sebelum…

Kaouther Ben Hania 2017 | 100 menit | France | Rated PG-16 Dalam sebuah pesta…