RELAKSASI BERAGAMA

 

Relaksasi Beragama adalah suatu gerakan yang menggunakan sastra dan seni untuk mengkampanyekan kebebasan berekspresi dan berpendapat di dalam lingkup kemerdekaan beragama dan berkeyakinan. Perbedaan interpretasi terhadap agama tidak selayaknya membuat kita bersitegang atau menghina pihak yang berseberangan.  Menjadi lebih rileks dalam beragama merupakan ajakan, terutama untuk pihak-pihak yang merasa tegang terkait agama, apakah dalam menjalani agama, maupun dalam menghindari agama. 

Gerakan ini diinisiasi oleh penulis Feby Indirani, Direktur Kreatif Pabrikultur, Hikmat Darmawan dan Psikolog Ferlita Sari,  diluncurkan bersamaan dengan peluncuran buku kumpulan cerita Bukan Perawan Maria (Pabrikultur, 2017 ) pada pertengahan Juli 2017 oleh Feby Indirani. 

Berbagai kegiatan kesenian, diskusi dan pelatihan telah berlangsung di Jakarta, Bandung, Lombok (Indonesia), Berlin (Jerman) dan sebagainya. Pada 2018, gerakan ini mendapatkan hibah Cipta Media Ekspresi dari Ford Foundation dan Wikimedia yang ditujukan untuk    kolaborasi perempuan seniman. Dari gerakan ini telah lahir berbagai karya yang menafsir cerita-cerita dari Bukan Perawan Maria, seperti film pendek, tarian, teater, komposisi musik dan audio, instalasi, lukisan, dan sebagainya. 

 

Feby Indirani

Relaksasi Beragama di Madani Film Festival 2020

 

Tujuh film ini berangkat dari dunia yang menempatkan agama sebagai bagian hidup dan nilai, tanpa penguasaan politik identitas. Ketujuh film ini menggambarkan sosok-sosok manusia dalam sebuah dunia yang hidup dalam pusparagam budaya. Dan dari film-film ini, kita bisa melihat wajah manusia, sesuai salah satu prinsip “Relax, It’s Just Religion”: hakikat manusia adalah kesamaan. Wajah mereka, adalah wajah kita juga.

Aku, Kau & KUA

Monty Tiwa | Drama | 2014 | – | Indonesia | 13+

Pernikahan Fira, gadis yang paling cantik dan populer di antara teman-temannya, mustinya menjadi pernikahan of the decade. Fira yang hidupnya seolah sempurna, punya calon suami bernama Lando yang seolah sempurna juga. Pernikahan tersebut tiba-tiba hancur berantakan begitu Lando diketahui berselingkuh. Fira yang selama ini begitu percaya diri pun mengalami shock dan malu yang membuatnya menarik diri dari pergaulan.

 

Bajaj Bajuri The Movie

Fajar Nugros | Comedy | 2014 | 94 min | Indonesia | 13+

Bajuri yang baru mendapat uang dari penjualan tanah warisan bapaknya menghadapi beberapa masalah. Problem Bajuri semakin rumit setelah Emak menuduh Bajuri akan kawin lagi. Tambahan lagi di pemancingan dengan tidak sengaja Bajuri meledakkan empang dengan bom ikan yang didapat Soleh dan Sahili dari sebuah rumah kosong. Bajuri dan Ucup dituduh sebagai teroris setelah tas berisi bom tertinggal di Bank, saat Bajuri mengambil uang. Dalam perjalanan pulang dari Bank, Bajuri dihadang oleh sekelompok perampok yang dipimpin oleh Hani. Usaha perampok gagal. Akhirnya perampok menjebak Oneng untuk diculik dan dimintai uang tebusan. Di dalam perjalanan menebus Oneng, Bajuri bertemu Emak yang berhasil lolos dari sarang penculik. Setelah Oneng berhasil ditebus masalah belum berakhir karena sekarang Emak dan Oneng ikut menjadi tersangka kelompok teroris. Bajuri Sahili dan Soleh datang ke pesta pernikahan anak Pak RT agar bisa menjelaskan ke polisi kalau dirinya bukan teroris.

 

Jakarta Maghrib

Salman Aristo | Drama, Comedy | 2010 | 75 min | Indonesia | 15+

Jakarta Maghrib adalah sebuah usaha untuk menangkap suasana metropolitan saat sedang menuju kontemplasinya. Semua hubungan manusia menemui ambang batasnya di waktu Maghrib, itulah benang merah dari 6 cerita yang ada: Iman Cuma Ingin Nur, tentang sepasang suami istri yang ingin bercinta; Adzan, tentang seorang preman dan penjaga musholla; Menunggu Aki, tentang penghuni kompleks perumahan yang menunggu tukang nasi goreng langganan mereka; Jalan Pintas, tentang sepasang kekasih yang mencari jalan pintas; Cerita Si Ivan, tentang anak kecil yang ketakutan; dan Ba’da, tentang pertemuan dari semua tokoh tersebut.

Pemenang kategori Pasangan Terbaik, Indonesian Movie Awards 2012
Unggulan kategori Penulis Skenario Terbaik, Festival Film Indonesia 2011
Unggulan kategori Penulis Cerita Asli Terbaik, Festival Film Indonesia 2011

 

Bintang Kejora

Chaerul Umam | Comedy | 1986 | 88 min | Indonesia | 13+

Bintang Kejora, seorang petualang – penjual obat yang pandai membual, dan terusir dari mana-mana karena ketahuan belangnya, mendatangi sebuah desa yang sedang dilanda kemarau panjang. Dia datang ke desa itu karena terpikat gadis yang sekelebatan dilihatnya menjulurkan kepala dari sebuah bus yang lewat. Gadis itu adalah Dahlia, perawan tua kelelakian, keturunan Jawa-Cina, yang membuat keluarganya sedih, karena tidak kawin-kawin. Pada keluarga ini Bintang membual bisa mendatangkan hujan. Rusdi, sang ayah, langsung percaya, sementara anak-anaknya, Sobrat, Sopan, dan Dahlia tak percaya. Bintang memberi syarat aneh: membuat kerbau jalan mundur, menabuh gendang dan menanam bunga di dalam rumah. Seminggu setelah perjanjian berlangsung dan hujan tak datang juga, membuat Bintang berencana kabur. Dahlia dan ayahnya tak perduli lagi dengan hujan. Dahlia merasa mendapat jodoh, sementara ayahnya bergembira karena kemarau anaknya telah berakhir. 

Sang Guru

Edward Pesta Sirait | Drama | 1981 | 117 min | Indonesia | 13+

Topaz, guru miskin tapi sangat jujur dan lurus. Itu harga mati, apalagi muridnya sangat terpesona bila dia mengajar budi pekerti. Harga kejujuran itu yang ditawar terus. Pertama-tama oleh kepala sekolahnya, Mursalin, yang menganggap pendidikan sebagai jual-beli. Bentrokan akhirnya tak tertahankan. Topaz dipecat, ketika seorang orang tua murid memprotes raport anaknya yang semuanya merah, sementara Mursalin menginginkan angka itu diperbaiki. Topaz lalu jatuh ke pelukan buaya lain: Inge Rosa, yang anaknya murid les privat Topaz, dan dia sendiri adalah peliharaan Kunto, pengusaha yang hidup dari kongkalikong dengan pejabat pemerintah. Topaz dijadikan boneka dalam perusahaan Kunto. Setelah setahun Topaz berhasil mengetahui seluruh seluk-beluk permainan, dan dia berubah menjadi pengusaha sungguhan dengan jalan yang lebih sah, namun harus Topaz harus berhadapan dengan tantangan Kunto di pengadilan.

Unggulan kategori Pemeran Utama Pria, Festival Film Indonesia 1982

 

3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta

Benni Setiawan | Drama | 2010 | 100 min | Indonesia | 13+

Rosid, pemuda muslim yang idealis dan terobsesi menjadi seniman besar seperti WS Rendra. Gaya seniman Rosid dengan rambut kribonya membuat Mansur, sang ayah, gusar karena tidak mungkin bagi Rosid untuk memakai peci. Padahal peci—bagi Mansur—adalah lambang kesalehan dan kesetiaan kepada tradisi keagamaan. Bagi Rosid, bukan sekadar kribonya yang membuatnya tidak mungkin memakai peci, melainkan karena Rosid tidak ingin keberagamaannya dicampur-baur oleh sekadar tradisi leluhur yang disakralkan. Delia, seorang gadis katolik berwajah manis, kepincut pada sosok Rosid. Rosid dan Delia adalah dua anak muda yang rasional dalam menyikapi perbedaan. Tapi orang tua mana yang rela dengan kisah cinta mereka. Maka mereka pun mencari cara untuk memisahkan Rosid dan Delia. Jurus orang tua Delia adalah dengan mencoba mengirim Delia sekolah ke Amerika. Berbeda lagi dengan orang tua Rosid yang menjodohkan Rosid dengan Nabila, gadis cantik berjilbab yang ternyata mengidolakan Rosid, sang penyair.

Pemenang kategori Film Terbaik, Festival Film Indonesia 2010
Pemenang kategori Sutradara Terbaik, Festival Film Indonesia 2010
Pemenang kategori Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik, Festival Film Indonesia 2010
Pemenang kategori Film Terfavorit, Indonesian Movie Awards 2010

 

Rumah dan Musim Hujan/Hoax

Ifa Isfansyah | Drama | 2012/2018 | 83 min | Indonesia | 18+

Tentang keluarga yang anggotanya memiliki rahasia masing-masing. Kisah bermula ketika Ragil, Adek dan Raga, selesai berkumpul di rumah bapaknya. Setelah mereka pulang, konflik yang dialami tiga saudara ini terkuak. Ragil berusaha menutupi rahasia besarnya, Adek mengalami kejadian mistis yang mencekam, dan Raga bermasalah dengan cinta.


Ditayangkan di International Film Festival Rotterdam, 2013
Ditayangkan di BFI London Film Festival, 2013
Ditayangkan di Asiatica Film Mediale, 2013