PROGRAM FILM DAKWAH/ISLAMI:

ROMANTIKA DAN MIGRASI TRANSNASIONAL

 

Pasca-Reformasi 1998, selain melahirkan gelombang baru industri film Indonesia, juga hadirnya semarak genre film dakwah yang menyodorkan gaya hidup “Islami”. Corak dakwah genre ini didominasi oleh keberagamaan yang hadir sebagai diskursus ideologis, sambil mengangkat aspek gaya hidup kelas menengah kota sebagai gaya hidup ideal. Dua obsesi dalam film-film “Islami” itu adalah (1) masalah percintaan romantik dan urgensi lembaga pernikahan, (2) kepergian ke luar negeri (hal ini diungkap, antara lain oleh Eric Sasono dalam ulasannya atas film Haji Backpacker di blog-nya). Tentu ada variasi dan perkecualian. Tapi, kehadiran aspek gaya hidup itu jadi corak utama subgenre ini, dan menarik untuk dikaji dan didalami.  

  1. Haji Backpacker (2014) – Sutradara: Danial Rifki. Sebuah film dakwah yang lebih condong mengangkat aspek agama sebagai sebuah perjalanan pribadi. 
  2. Emak Ingin Naik Haji (2009) – Sutradara: Aditya Gumay. Hasrat tradisional bermigrasi (“ke luar negeri”) umat Islam sesungguhnya adalah ibadah haji. Obsesi ini digambarkan secara romantik dalam film yang berasal dari cerita Asma Nadia, salah satu pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) — organisasi penulis terbesar di Indonesia pasca-Reformasi 1998.  
  3. 99 Cahaya di Langit Eropa: The Final Edition (2014) – Sutradara: Guntur Soeharjanto. Kasus menarik film sebagai medium khutbah dakwah Islam yang lebih verbal dari film-film Rhoma Irama. Jika film-film Rhoma misi utamanya adalah perbaikan moral pribadi, film ini hanyut dalam impian kejayaan Islam di Eropa. Walau, puncak film ternyata amat domestik: istri yang akhirnya memutuskan memakai jilbab. 
  4. Cinta Laki-Laki Biasa (2016) – Sutradara: Guntur Soeharjanto. Diangkat dari buku Asma Nadia, melodrama cinta dan rumah tangga. Bumbu utama adalah konflik moral tentang kekayaan dan status sosial. 
  5. Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014) – Sutradara: Fajar Bustomi. Menokohkan muslimah Cina, yang jadi idealisasi gaya hidup Islamisasi subgenre ini.

 

Hikmat Darmawan

Haji Backpacker

Danial Rifki | Drama | 2014 | 107 min | Indonesia | 13+

Mada memberontak kepada Tuhan, karena sudah merenggut ayahnya. Ia juga kehilangan cinta. Mada marah pada kenyataan dan memutuskan untuk menjadi backpacker dan hidup bebas. Ia juga meninggalkan Tuhan, keluarga, dan sahabat. Dirinya menemukan kebahagiaan ragawi, namun merasa kosong secara rohani. Di saat yang penuh kerapuhan inilah, Tuhan mengajaknya kembali melalui serangkaian peristiwa. Berkelana dari satu negara ke negara lain, menyingkap kesadaran demi kesadaran, Mada sadar ternyata Tuhan sebenarnya mencintai dan selalu menjaganya.

 

Emak Ingin Naik Haji
Aditya Gumay | Drama | 2009 | 76 min | Indonesia | 13+

Di usianya yang sudah lanjut, Emak sangat menginginkan dapat menunaikan ibadah haji. Sayangnya, dengan pendapatannya sebagai penjual kue dan pemberian anaknya, Zein, yang penjual lukisan keliling, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Di tengah keadaannya, Emak tidak putus asa. Ia menabung uangnya ke tabungan haji di bank. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik. Walaupun begitu, Zein berusaha mewujudkan keinginan Emak dan hampir putus asa.

Pemenang Kategori Film Terpuji, Festival Film Bandung 2010
Pemenang Kategori Penata Artistik Terpuji, Festival Film Bandung 2010
Pemenang Kategori Sutradara Terpuji, Festival Film Bandung 2010
Pemenang kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, Indonesian Movie Awards 2010
Unggulan Kategori Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik, Festival Film Indonesia 2009

 

99 Cahaya di Langit Eropa: The Final Edition
Guntur Soeharjanto | Drama | 2014 | 95 min | Indonesia | 13+

Eropa tidak hanya mengajarkan mereka tentang hayat ilmu pengetahuan, tetapi juga meniti rumus Ilahi tentang kemajemukan dan keyakinan abadi. Sebuah kisah pengembaraan di dalam menemukan rahasia peradaban agung manusia ribuan tahun lalu. Menemukan Islam, bukan hanya iman, namun juga amalan. Inilah akhir perjalanan Hanum dan Rangga di Eropa yang membawa mereka pada pencarian makna sumber kebenaran yang Maha Sempurna.

Cinta Laki-Laki Biasa

Guntur Soeharjanto | Drama | 2016 | 107 min | Indonesia | 13+

Nania Dinda Wirawan bertemu dengan Muhammad Rafli Imani saat Rafli menjadi mentor kerja praktek Nania di proyek pembangunan rumah sederhana. Nania tidak saja mendapatkan bimbingan mengenai ilmu membangun rumah, tapi juga tuntunan untuk menjalani hidup yang lebih penuh arti. Tidak ada yang mengira bahwa Nania mau menerima lamaran Rafli. Padahal secara status sosial, mereka berbeda bagai bumi dan langit. Nania berasal dari keluarga terpandang, sedang Rafli hanyalah laki-laki biasa. Ibu Nania menentang keras, demikian juga ketiga kakak perempuannya yang menikah dengan laki-laki mapan. Apalagi Nania sudah dijodohkan dengan Tyo Handoko, seorang dokter. Berbagai usaha dilancarkan untuk membatalkan niat Nania, tapi Nania percaya bahwa hanya dengan Rafli, hidupnya akan bahagia. Rafli harus membuktikan bahwa sekalipun dia hanya laki-laki biasa, tapi cintanya adalah cinta luar biasa.

 

Kukejar Cinta ke Negeri Cina

Fajar Bustomi | Drama | 2014 | 94 min | Indonesia | 13+

Imam, mahasiswa abadi, nyaris tidak melakukan kewajibannya sebagai muslim. Kekasihnya Widya, adik kelasnya, sudah selesai kuliah dan kerja. Widya tidak sabar karena Imam belum juga lulus, sebaliknya Imam kecewa karena Widya harus berpakaian kantor dengan tampilan yang seksi. Ketika Imam menemani sahabatnya, Billy pergi ke kelenteng Sam Po Khong, dia berkenalan dengan Chen Jia Li, wanita muslim dari Cina yang berlibur ke tempat leluhurnya sebelum berkhotbah dengan Ma Fu Hsien, pemilik padepokan Wing Chun dan pesantren di Beijing. Imam terpesona keramahan dan keanggunan Chen Jia Li yang berhijab.