MERAYAKAN INKLUSIVITAS

Sebuah festival film umumnya dicitrakan sebagai konstelasi seni, bisnis dan perhelatan glamor yang klasik. Madani Film Festival mengambil relung yang unik: memposisikan dirinya sebagai sebuah perayaan alternatif yang inklusif dengan merangkul isu-isu terkini dari masyarakat Muslim Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia. 

Muslim sebagai komunitas multi-peradaban dengan diaspora di seantero bumi tumbuh dengan beragam narasi yang diciptakan oleh media dan produsen budaya. Madani Film Festival menyodorkan sebuah pembacaan budaya Islam yang konkret melalui diskusi-diskusi, termasuk pembahasan dalam memaknai ulang dakwah dan identitas keislaman. Keseruan sinema dimunculkan lewat pemutaran beragam film yang menganut pendekatan ‘living Islam’ — Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam berbagai aspek dan perspektif yang hidup dalam masyarakat. 

Komite Film Dewan Kesenian Jakarta mengapresiasi dan mengiktikadkan Madani Film Festival sebagai sebuah platform yang unik dan mampu menawarkan kepada ekosistem perfilman, setidaknya di Jakarta, sebagai sebuah wadah yang inklusif dan ruang konstruksi pengetahuan film yang bernafas Islami. 

 

Danton Sihombing 

Ketua Dewan Kesenian Jakarta 

Periode 2020-2023