Latar Belakang 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, kaum Muslimin mendapat perhatian global karena segala alasan yang keliru: serangan teror, kekejaman atas nama Islam, dan perselisihan internal dalam

upaya berbagai kelompok untuk meraih supremasi teologis. Sementara fakta paling jelas justru kerap terabaikan: bahwa masyarakat Muslim di seluruh dunia menonjol karena praktik budaya mereka yang unik, dengan ekspresi kultural berbeda, namun sama-sama dipandu oleh nilai-nilai yang berasal dari ajaran Islam.

 

Sayangnya, yang juga terjadi adalah kecenderungan masyarakat ini terisolasi satu sama lain karena alasan geografis, politik atau ekonomi. ‘Isolasi’ ini sering memperparah kesalahpahaman antara masyarakat Muslim. Perbedaan dan kesalahpahaman ini, adalah kesenjangan budaya, yang dapat dengan mudah dijembatani – antara lain – dengan mengenalkan perjuangan, harapan, ketakutan, dan keindahan budaya di antara masyarakat Muslim yang berbeda di seluruh dunia.  

 

Istilah Madani

 

Madani adalah sebuah kata dalam Bahasa Indonesia yang memiliki tiga arti yaitu :

1) berhubungan dengan hak sipil; 

2) berhubungan dengan kota; 

3) berhubungan norma dan hukum yang didukung oleh penguasaan keagamaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang beradab.

 

Masyarakat Madani adalah terjemahan ke Bahasa Indonesia dari ”civil society” kecuali bagi Muslim, Masyarakat Madani ini adalah komunitas Muslim yang ideal dan menjadi panutan yang dibentuk oleh Nabi Muhammad (damai besertanya) di kota Madina.