KINEFORUM PUNYA KELAS: CERITA TAPI BEDA

ALIH WAHANA TANPA HILANG SINYAL

 

“Duh, kok tidak sesuai bayangan saya pas baca novelnya ya?” adalah intisari salah satu keluhan yang paling sering terdengar (atau bahkan kita ucapkan sendiri?) ketika melihat film hasil adaptasi karya bentuk lain—biasanya tulis—yang sudah membekas di hati. Secara subyektif, tentu itu keluhan yang sah saja. Karena isi kepala penonton dan pembuatnya belum tentu sama, dalam mencerna karya yang sudah ada lebih dulu itu. Problemnya juga di situ: bagaimana mungkin menyamakan isi kepala ribuan pembaca/pemirsa yang pastinya beragam pula.

Atau, apakah perlu disamakan? Apakah ada yang “paling benar”? Di titik mana adaptasi dianggap “meleset”? Sudut pandang siapa yang harus dipertahankan? Apakah harus?

Kineforum Punya Kelas kali ini akan mendalami problem alih wahana. Cerita yang sama, tapi beda medium. Bagaimana melakukan adaptasi yang adil sejak dalam proses? Bagaimana mengisahkan kembali sebuah cerita/konten ke medium lain tanpa “hilang sinyal”? Lebih jauh lagi, kenapa orang mengadaptasi karya seni dari satu bentuk ke bentuk lain? Mari berbincang bersama mengenai proses ini, bersama Meiske Taurisia, produser film Aruna dan Lidahnya yang kini sedang menggarap adaptasi novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ke medium film, dan Ifan Ismail, yang telah beberapa kali menuliskan skenario film berbasiskan karya/korpus yang telah ada sebelumnya.

Lewat kelas kali ini, kita akan menyelami proses berpikir mengalihwahanakan suatu karya, dan siapa tahu, jika hendak melakukan proses ini, semoga bisa ada manfaatnya.

 

Ifan Ismail

Kineforum

Program kineforum Punya Kelas: Cerita tapi Beda ini dapat diikuti pada:

Hari/Tanggal : Senin, 23 November 2020

Pukul : 16.00 – 18.00 WIB

Tempat : Zoom kineforum

Narasumber : Ifan Ismail (programer kineforum) dan Meiske Taurisia (Produser Film)

Pendaftaran : bit.ly/ceritatapibeda 

Donasi : Rp50.000