FOKUS: RHOMA IRAMA “GITAR DAN DAKWAH”

 

Film-film Rhoma Irama sangat penting dalam menghidupkan industri film kita pada 1970-an dan 1980-an. Bahkan, seakan telah jadi subgenre sendiri. Sebagaimana musiknya yang menampakkan hibridisasi budaya Melayu, Arab, India, dan Barat, film-film Rhoma juga hibridisasi musikal Hollywood-India dengan bahan kultural yang sangat dekat dengan kebanyakan orang Indonesia pada masanya. Elemen utama subgenre “film Rhoma” memang gitar dan dakwah, sebuah hibridisasi tersendiri.

  1. Gitar Tua Oma Irama (1976) – Sutradara: Maman Firmansyah. Salah satu film Rhoma yang bersama Oma Irama Penasaran, jadi cetak biru film-film Rhoma Irama sesudahnya. 
  1. Darah Muda (1977) – Sutradara: Maman Firmansyah. Naskah oleh Sjumandjaja, walau formulaik, menampakkan pola Dangdut vs. Rock dalam beberapa film Rhoma kemudian.
  1. Satria Bergitar (1984) – Sutradara: Nurhadie Irawan. Musikal fantasi yang berlatar sangat imajinatif, sekaligus kental dakwahnya. 
  1. Perjuangan dan Do’a (1980) – Sutradara: Rhoma Irama & Maman Firmansyah. Menegaskan kredo Rhoma untuk berdakwah lewat musik, dengan menyentuh isu penting bagi Rhoma: tuduhan bahwa ia mengkomersialisasi agama.
  1. Berkelana I & II (1978) – Sutradara: Yung Indradjaja & Sapto Boesono. Film Rhoma paling dikenang, mengandung unsur subgenre “film Rhoma” paling lengkap: musik (perseteruan dangdut vs. rock), roman, (pseudo) perjuangan kelas, dan dakwah. Lagu-lagunya ikonik hingga kini.

 

Hikmat Darmawan

Gitar Tua Oma Irama

Maman Firmansyah | Drama | 1977 | 123 min | Indonesia | 13+

Rencana perkawinan Oma dan Ani yang sudah lama pacaran, gagal sejak kehadiran Ir. Dana di perkebunan tempat ayah Ani bekerja. Sang ayah yang gila pangkat dan kedudukan ini menginginkan Dana sebagai suami Ani, yang juga bekerja di perkebunan itu sebagai sekretaris. Dana sendiri kebetulan juga jatuh cinta pada Ani. Ani saja yang belum mau. Keadaan ini mulai berubah, ketika saat ulang tahun ternyata Oma tak datang. Maka menyusullah Ani ke tempat rekaman Oma di Jakarta. Di situ dijumpainya Oma tengah membujuk-bujuk pasangan nyanyinya, Shanty, yang ngambek saat rekaman. Curiga dan cemburu, Ani langsung pulang dan memutuskan kawin dengan Dana. Oma kaget ketika menerima surat undangan. Ia langsung pulang. Mereka bertengkar. Akar masalah lalu ketahuan: surat Ani dicekal ayahnya, sedang surat Oma ditahan oleh Shanty yang diam-diam mencintai Oma. Perkawinan tak bisa ditunda, tapi Ani pingsan di pelaminan. Hanya Oma yang bisa menyembuhkannya. Maka Dana pun dengan jantan menyerahkan Ani yang masih suci itu pada Oma.

 

Darah Muda

Maman Firmansyah | Action | 1977 | 111 min | Indonesia | 18+

Rhoma dan Ricky tidak saja berbeda dalam selera musiknya, tapi juga sikap hidupnya. Yang satu mengembangkan musik dangdut dan sikap saleh, sementara yang lain musik rock dan pergaulan bebas. Ricky, yang jago tinju juga, masuk grup Apache dan langsung jadi pentolannya. Ia panas saat mendengar grup musik Rhoma sukses pentas di Jakarta. Ani, yang tadinya penyanyi grup Apache, mulai berubah. Ia lebih menyukai Rhoma, di samping mulai bosan mabuk-mabukan. Rhoma-Ani pun pacaran dan tunangan. Maka pertentangan dua kelompok meruncing. Rhoma dianiaya. Tangannya dihajar agar tak bisa main gitar lagi. Dalam keadaan luka, Rhoma pergi ke seorang guru di desa terpencil. Di sini lukanya disembuhkan dan diberi ilmu silat. Waktu “turun gunung”, Rhoma mendapati Ani diperkosa Ricky. Maka pertarungan puncak terjadi. Kini giliran tangan Ricky yang diremukkan Rhoma.

 

Satria Bergitar

Nurhadie Irawan | Action | 1983 | 127 min | Indonesia | 13+

Di negeri antah-berantah, Raja Wasit Aron menyusun kekuatan untuk merebut kembali tahtanya yang dirampas Abu Garin. Abu Garin yang serakah ini belum juga puas jika belum berhasil mengawini putri Wasit bernama Tirza dan mengambil batu mustika yang masih dikuasai Wasit. Peperangan antara dua kekuatan yang masih biadab dan penyembah berhala itu terus terjadi. Suatu hari Raja Wasit kedatangan seorang musafir yang selalu menyandang gitar. Setelah memperlihatkan kesaktiannya berperang dan mengobati luka putri Tirza, Raja Wasit dan pengikutnya berhasil diajak Rhoma untuk masuk agama Islam. Rhoma pun membantu Raja Wasit untuk mengalahkan Abu Garin.

Perjuangan dan Doa

Maman Firmansyah | Drama | 1980 | 127 min | Indonesia | 13+

Rhoma Irama dengan Soneta Group-nya muncul di berbagai daerah dengan niat dakwah. Ia mendapat sambutan sekaligus tentangan, karena dituduh mengkomersialkan agama. Tentangan inilah yang jadi perjuangan Rhoma. Ia menginsyafkan teman-teman seprofesinya dari mabuk-mabukan dan perempuan. Ia juga berhasil menyadarkan calon mertuanya yang diperbudak minuman keras, hingga nyaris memperkosa anak gadisnya sendiri, Laila. Bahkan terhadap penentang dari perguruan Al Muthainah, Rhoma berhasil meyakinkan bahwa musik sebagai sarana dakwah bisa dipakai. Tidak kurang dari 7 lagu dangdut dakwah Rhoma dinyanyikan dalam film ini.

 

Berkelana I

Yung Indradjaja | Drama | 1978 | 117 min | Indonesia | 13+

Subrata, pengusaha dan ayah Rhoma di Bandung, mengarahkan anaknya agar jadi sarjana ekonomi. Rhoma mengikuti sambil menekuni kegemaran musik. Musik ini yang diharamkan Subrata, hingga sering konflik dan akhirnya Rhoma diusir dari rumah. Maka Rhoma pun berkelana ke Jakarta dan mengaku bernama Budi. Ia hidup bersama sebuah grup pengamen. Ketika salah seorang temannya sakit parah dan membutuhkan biaya besar, dan permintaan bantuan pada ayahnya ditolak, maka Budi menjambret tas Ani yang disuruh ayahnya mengurus surat-surat rumah. Ia membayar perawatan temannya, dan mengembalikan surat penting kepada Ani. Teman Budi tak tertolong. Ani jatuh simpati, begitu juga orang tuanya. Budi dijadikan sopir untuk Ani. Hubungan cinta pun tumbuh.

 

Berkelana II
Yung Indradjaja | Drama | 1978 | 80 min | Indonesia | 13+

Budi alias Rhoma yang diusir, di tengah jalan yang hujan tertabrak seorang pengendara motor. Kawan-kawan Budi saat masih mengamen kebetulan menemukan Budi yang terluka. Budi dibawa pulang ke rumah pondokan mereka dan dirawat. Sementara itu, Ani, terus berusaha mencari. Kebetulan suatu hari di jalan ia jumpa dengan kawan-kawan Budi. Kemudian Ani menjumpai Budi yang tengah sakit. Mereka lalu sering mengadakan pertemuan, sampai Surya curiga dan memergoki Ani di pondokan Budi. Ani diseret pulang. Budi mengajak kawan-kawannya menghentikan bermain musik untuk mengemis. Ia sendiri jadi sopir taksi, teman-temannya ada yang jualan koran, bekerja sebagai kuli bangunan, dan lain-lain. Dan tiba-tiba Budi menyamar dengan kumis tebal dan kacamata gelap muncul di rumah Ani, sambil mengatakan bahwa kata temannya Ani ingin belajar piano. Maka pacaran jadi leluasa di rumah Ani. Sementara itu, seorang penumpang taksi yang mendengar Budi bernyanyi kecil, bak dewa datang menawarkan peralatan musik yang baru dibelinya. Budi membentuk grup musik dangdut bersama teman-temannya dengan nama Soneta, yang dengan kilat meraih sukses.