​A Tribute to BJ Habibie​

 

Manusia semacam BJ Habibie mungkin hanya lahir 100 tahun sekali. Ia langka, bukan hanya bagi Indonesia. Ia juga langka bagi dunia. Dan kelangkaannya bukan melulu soal kejeniusannya, yang memang luar biasa.

Sebuah video yang viral sesudah Habibie wafat pada 11 September 2019 lalu, menampakkan aspek kelangkaan diri semacam Habibie di luar kejeniusannya: ia adalah seorang demokrat yang tulus dan berani. Video itu rekaman perjumpaan mengharukan antara beliau yang sedang terbaring sakit dengan Xanana Gusmao. Mantan perdana menteri Timor Timur (Timor lLeste) itu ingin mengundang Habibie ke peresmian sebuah jembatan di Timor yang diberi nama Jembatan Habibie. Karena saat itu, Juli 2019, Habibie di rumah sakit, Gusmao menemui di ranjang sakit Habibie, mengecup keningnya, dan menjatuhkan kepalanya ke pelukan Habibie.

Saat Habibie mewarisi jabatan presiden dari Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998, hampir semua pihak menganggapnya hanya presiden boneka. Habibie dan tim bergerak cepat. Ia menyusun rumus ekonomi yang mengadaptasi rumus aerodinamika ke dalam fluktuasi kurs, dan mengambil kebijakan-kebijakan ekonomi mengacu pada rumus itu, dan berhasil menurunkan rupiah terhadap dollar AS (USD), dari nyaris Rp. 17.000 per 1 USD menjadi Rp. 6.500. Di samping itu, Habibie menghasilkan puluhan UU yang mengantar Indonesia ke era pasca-Reformasi 1998 dengan semangat pembebasan Warga yang tinggi.

Di saat itulah, Habibie membebaskan Gusmao dari tahanan. Gusmao ditahan rezim Soeharto karena dianggap pemberontak. Habibie bukan hanya membebaskan Gusmao, ia bahkan pada 1999 memberi persetujuan terlaksananya referendum bagi rakyat Timor, dengan hasil: lebih dari 78% warga Timor menolak tawaran otonomi daerah yang diperluas. Mereka memilih merdeka. Gusmao dibebaskan ke Timor., Ssetelah 20 tahun berjuang, ia pulang ke rumahnya dan jadi perdana menteri pertama Timor Leste. Tanpa Habibie, kata Gusmao, “Ssaya hanya akan jadi penjual es di Tebet.” Anwar Ibrahim, tokoh demokrasi Malaysia, bertanya pada Habibie, kenapa ia banyak mengambil langkah berani soal HAM di Indonesia, Habibie menjawab: “Iini soal hati nurani, pertanggungan jawab saya kepada Allah.”

Habibie adalah wujud wajah tema “Reconcile”. Lagi dan lagi, Habibie menampakkan bahwa alam pikir rasional, demokratis, ilmiah bisa hidup bersama dengan keyakinan religius dan agama. Ia adalah sosok yang kuat: Habibie adalah seorang pemecah masalah dengan cara jenius, sekaligus dengan sikap dan etika yang lurus.

Festival Film Madani 2019 menyertakan sebuah program untuk mengenang dan merayakan hidup pahlawan bangsa, BJ Habibie. Kami memutar dua film tentangnya, Habibie Ainun dan Rudy Habibie sebagai urun upaya agar Sang Manusia Langka ini bisa terus mengilhami kita.

 

Jadwal Penayangan:

 

SELASA, 22 OCTOBER 2019

CGV FX

19.00-21.00  Kreasi Movie Corner “Rudy Habibie” (2016) HTM IDR 35.000

 

SABTU, 26 OCTOBER 2019

Institut Francais d’Indonesie (IFI Thamrin)

15.00-17.00 “Rudy Habibie” (2016) + A Tribute to BJ Habibie

19.00-21.00 “Habibie Ainun” (2012)

Daftar Film

 

 

Hanung Bramantyo     2016| 142 min | Indonesia | Rated PG Kisah masa muda…

Faozan Rizal   2012 | 125 min | Indonesia | Rated PG Rudy Habibie, ahli…